SkyDining

semanggi SkyDining

semanggi SkyDining

Pulang kerja,

cuci mata di Plaza Semanggi,

cuci dompet di Gramedia,

cuci otak baca buku tentang Joomla,

cuci perut di lantai 10 SkyDining,

lanjut cuci mulut sambil mengepulkan asap Sampoerna,

memandang gemerlap malam DKI Jakarta.

Sendiri itu memang tidak enak, apalagi sendiri dalam keramaian.

Hanya kusendiri,

ditemani segelas cappuccino,

dihibur sebungkus rokok,

dihadapan seplastik buku yang baru saja kubeli.

Mereka nggak bisa diajak ngobrol.

Ughh…

Suasana malam kota Jakarta yang dingin mulai membuatku terbatuk.

Angin malam berhembus menerpa wajah membuatku mengantuk.

Jiwamu disini, tanpa bentuk.

Temani aku memandang ujung kota yang penuh hiruk pikuk.

Suntuk.

Saatnya cabut.

Sesaat kupandang kantorku yang berdiri angkuh,

aku melenguh, ughh…

aku mengeluh, uffhhh…

penuh peluh,

tak terasa sudah jam sepuluh.

Mungkin akan lebih bahagia bila ragamu ada disampingku.

gedung BRI malam

gedung BRI malam

SkyDining Malam

SkyDining Malam

SkyDining Siang

SkyDining Siang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: