Mental buruk membanding-bandingkan

13 November 2009

imagesSalah satu kebiasaan buruk masyarakat kita adalah penyakit membanding-bandingkan. Coba perhatikan saat orang sedang bergosip ria. Anda pasti akan mendengarkan orang yang doyan membangga-banggakan dan membanding-bandingkan satu sama lain. Selain itu, beberapa acara di TV juga kentara sekali memamerkan dan membanding-bandingkan satu selebritas dengan selebritas lainnya.

Memang tidak selamanya buruk. Semangat membandingkan dengan orang lain, membuat kita sadar bahwa ada orang yang lebih baik dan lebih berhasil daripada kita. Namun, sikap membanding-bandingkan punya akibat yang buruk bagi perkembangan mental apabila tidak diimbangi dengan mentalitas yang konstruktif.

Pertama, sikap membanding-bandingkan membuat kita seperti ‘minum dari air laut’. Jadi tidak pernah ada puas-puasnya, malahan kita semakin kehausan hingga akhirnya kita kelelahan sendiri. Read the rest of this entry »

Advertisements

Memberdayakan Emosi

13 November 2009

marah“Dan masalahnya adalah, jika kau tidak mengambil risiko apa pun, kau akan menanggung risiko yang lebih besar” (Erica Jong)

Mari kita awali bahasan kali ini dengan membaca satu skenario umum ini. Ada seorang cowok sedang gandrung pada seorang cewek. Selain parasnya manis, cewek itu jadi teman curhat yang menyenangkan. Si cowok ingin sekali nembak dan menjadikan cewek itu pacarnya.

Akan tetapi, ketakutan ditolak membuat dia selalu mengurungkan niatnya itu. Akhirnya, tanpa sepatah kata ‘cinta’ keluar dari mulut si cowok, cewek itu pun dilamar oleh orang lain. Dengan hati miris, dia pun menghadiri pernikahan sang cewek. Dia membayangkan betapa indahnya bisa hidup berdampingan dengan cewek pujaan hatinya. Akan tetapi, semua sudah terlambat.

Apakah skenario tersebut kedengaran masuk akal untuk Anda? Mungkin Anda bukanlah si cowok ini. Namun, dalam banyak aspek kehidupan, kita berperilaku mirip seperti si cowok tersebut. Bagaimana miripnya? Coba perhatikan. Read the rest of this entry »